Mesin CNC
1. Kontrol Numerik atau Pengaturan Numerik
Kontrol numerik atau pengaturan numerik (numerical control: NC) adalah
istilah yang digunakan untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan
berbagai fungsi lainnya berupa program otomasi dimana tindakan mekanik
dari suatu alat-alat permesinan atau peralatan lain dikendalikan oleh
suatu program yang berisi data kode angka. Data alphanumerical
menghadirkan suatu instruksi pekerjaan untuk mengoperasikan mesin
tersebut.
Numeric Control (NC) adalah suatu kendali mesin atas dasar informasi
digital, ini diperkenalkan di area pabrikasi. NC adalah bermanfaat untuk
produksi rendah dan medium yang memvariasikan produksi item, di mana
bentuk, dimensi, rute proses, dan pengerjaan dengan mesin bervariasi.
Istilah computer numerical control (CNC) digunakan bila sistem kontrol
memakai komputer internal. Komputer internal memungkinkan penyimpanan
program tambahan, penyuntingan program, penjalanan program dari memori,
diagnostik kontrol dan pemeriksaan mesin, pekerjaan rutin-rutin dan
khusus, dan kemampuan melakukan perubahan skala inci/ metrik/ absolut.
Pembuatan komponen dengan CNC memerlukan akses langsung ke mesin dan
instalasi komputer agar memperoleh pengalaman praktis yang amat
diperlukan. Dalam menggunakan piranti dan jenis mesin tertentu, seperti
mengoperasikan mesin-mesin turning, milling dan drilling harus memahami
bahasa serta teknik pemrograman memerlukan instruksi.
2. Sistem Pengoperasian Mesin
Kode data diubah untuk satu rangkaian perintah, yang mana servo
mekanisme, seperti suatu pijakan motor yang berputar sesuai jumlah yang
telah ditetapkan, memperbaiki dengan masing-masing mengemudi dari suatu
meja pekerjaan dan suatu alat untuk melaksanakan suatu pengerjaan dengan
mesin dan gerakan yang ditetapkan oleh suatu sistem pengulangan
tertutup atau terbuka.
Sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah menggunakan sistem operasi
CNC sehingga diperlukan pengenalan kode data untuk menjalankan satu
rangkaian perintah. Adapun contoh dari sistem operasi dari mesin
perkakas NC adalah:
Fungsi G
G00 Pengaturan posisi dengan gerak cepat yang mempunyai kemungkinan
gerakan yang terjadi berupa eretan yang bergerak dalam arah x, y, z, dan
x dan z
G01 Interpolasi linier adalah mendapatkan harga antara yang terletak
pada garis lurus. Kemungkinan gerakan yang terjadi yaitu pembubutan
dalam arah z atau memanjang, arah x atau melintang, arah x dan z atau
membubutan tirus.
G02 Interpolasi melingkar dengan arah kekanan
G03 Interpolasi melintang atau melingkar arah kekiri
G04 Waktu tinggal diam (istirahat dalam detik)
G20-G21 Nilai masukan ditetapkan dalam satuan milimeter atau inchi
G24 Pemrograman radius
G25 Pemanggilan sub program
G27 Perintah melompat / melewati blok
G28 Kembali ketitik acuan
G33 Pemotongan ulir
G41-G42 Pemotongan benda kerja sesuai dengan kompensasi pada permukaan benda kerja.
G64 Mematikan motor/ mematikan arus listrik
G84 Siklus pembubutan memanjang
G88 Siklus pembubutan melintang
Fungsi M
M00 Menghentikan program, yang dilakukan di pertengahan program. Operator harus siap kembali
M03-M04 Start spindel searah jarum jam
M05 Spindel stop
M06 Penghitungan panjang pahat
M09 Memulai atau pembatalan putaran pemotongan
M17 Memulai atau membatalkan spindel dan cairan memotong
M19 Memutar atau membatalkan spindel untuk mengorientasikan posisi.
M30 Mengakhiri program, memutar kembali atau memberhentikan mesin.
M99 Parameter lingkaran
3. Jenis Mesin Perkakas NC
Mesin perkakas NC meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal. Dan yang
akan kami ceritakan disini adalah mesin perkakas NC untuk mesin bubut
(CNC Turning).
a. Prinsip Kerja CNC Turning
Benda kerja dipegang oleh pencekam yang dipasang diujung poros utama
(spindel). Dengan memutar lengan pengatur, yang terdapat pada kepala
tetap, putaran spindel (n) dapat dipilih. Harga putaran spindel umumnya
dibuat bertingkat, dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630,
710, 800, 900, 1000, 1120, 1400, 1600, 1800, dan 2000 rpm. Kecepatan
putaran spindel tidak lagi bertingkat melainkan berkesinambungan
(kontinue). Pahat dipasangkan pada dudukan pahat dan kedalaman potong
(a) diatur dengan menggeserkan peluncur silang melalui roda pemutar dan
gerak makannya diatur dengan lengan pengatur pada rumah roda gigi. Gerak
makan (f) yang tersedia pada mesin bubut bermacam-macam dan menurut
tingkatan yang telah distandarkan, misalnya: …….., 0.1, 0.112, 0.125,
0.14, 0.16, …… (mm/(r)).
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya
dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat
yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda
kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan
gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding). Memutar
memerlukan two-axis, kendali alur berlanjut, yang manapun untuk
menghasilkan suatu ilmu ukur silindris lurus/langsung atau untuk
menciptakan suatu profil.
Bedanya dengan Mesin perkakas NC adalah meliputi mesin dengan operasi
tujuan tunggal, yang memberikan informasi kuantitatif seperti pengerjaan
dengan mesin operasi yang disajikan oleh suatu komputer kendali dengan
program database berupa kode data yang diubah untuk satu rangkaian
perintah yang menyimpan instruksi secara langsung untuk mengendalikan
alat-alat bermesin CNC (Computer Numerical Control).
b. Bagian-Bagian Mesin CNC Turning
Bagian dari mesin CNC Turning tidak jauh berbeda dengan yang berada pada mesin bubut konvensional yaitu sebagai berikut:
Unit Kontrol berupa panel pengontrolan yang berisi tombol-tombol
perintah untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi
lainnya yang menggunakan instruksi oleh sistem kontrol elektronika.
Kepala Tetap berupa roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel
Poros utama (spindel) berupa tempat kedudukan pencekam untuk berdirinya benda kerja.
Eretan utama (appron) akan bergerak sepanjang meja sambil membawa
eretan lintang (cross slide) dan eretan atas (upper cross slide) dan
dudukan pahat.
Eretan Melintang yang menggerakan pahat arah melintang.
Eretan Memanjang yang menggerakan pahat arah vertikal.
Kepala Lepas, sejajar kepala tetap untuk membantu pergerakan spindel dalam memegang benda kerja.
4. Keuntungan dan Kerugian
Faktor-faktor yang menyebabkan mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini lebih menguntungkan adalah sebagai berikut:
a. Laju produksi cepat.
b. Keakuratan pada lebih besar dan repeatabilas.
c. Menurunkan tingkat tarip sisa (pemborosan komponen).
d. Mengurangi kebutuhan pemeriksaan.
e. Tidak banyak memakan tempat/ ruangan
f. Level keterampilan yang dibutuhan operator dikurangi
Adapun kerugian yang dapat ditimbulkan oleh mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini adalah sebagai berikut:
a. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit karena menggunakan format yang rumit.
b. Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan.
c. Peralatan sederhana tetap diperlukan
d. Dibutuhkan tenaga ahli yang berfungsi untuk memprogram peralatan NC.
Pembuatan komponen dengan CNC memerlukan akses langsung ke mesin dan
instalasi komputer agar memperoleh pengalaman praktis yang amat
diperlukan. Dalam menggunakan piranti dan jenis mesin tertentu, seperti
mengoperasikan mesin-mesin turning, milling dan drilling harus memahami
bahasa serta teknik pemrograman memerlukan instruksi.
2. Sistem Pengoperasian Mesin
Kode data diubah untuk satu rangkaian perintah, yang mana servo
mekanisme, seperti suatu pijakan motor yang berputar sesuai jumlah yang
telah ditetapkan, memperbaiki dengan masing-masing mengemudi dari suatu
meja pekerjaan dan suatu alat untuk melaksanakan suatu pengerjaan dengan
mesin dan gerakan yang ditetapkan oleh suatu sistem pengulangan
tertutup atau terbuka.
Sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah menggunakan sistem operasi
CNC sehingga diperlukan pengenalan kode data untuk menjalankan satu
rangkaian perintah. Adapun contoh dari sistem operasi dari mesin
perkakas NC adalah:
Fungsi G
G00 Pengaturan posisi dengan gerak cepat yang mempunyai kemungkinan
gerakan yang terjadi berupa eretan yang bergerak dalam arah x, y, z, dan
x dan z
G01 Interpolasi linier adalah mendapatkan harga antara yang terletak
pada garis lurus. Kemungkinan gerakan yang terjadi yaitu pembubutan
dalam arah z atau memanjang, arah x atau melintang, arah x dan z atau
membubutan tirus.
G02 Interpolasi melingkar dengan arah kekanan
G03 Interpolasi melintang atau melingkar arah kekiri
G04 Waktu tinggal diam (istirahat dalam detik)
G20-G21 Nilai masukan ditetapkan dalam satuan milimeter atau inchi
G24 Pemrograman radius
G25 Pemanggilan sub program
G27 Perintah melompat / melewati blok
G28 Kembali ketitik acuan
G33 Pemotongan ulir
G41-G42 Pemotongan benda kerja sesuai dengan kompensasi pada permukaan benda kerja.
G64 Mematikan motor/ mematikan arus listrik
G84 Siklus pembubutan memanjang
G88 Siklus pembubutan melintang
Fungsi M
M00 Menghentikan program, yang dilakukan di pertengahan program. Operator harus siap kembali
M03-M04 Start spindel searah jarum jam
M05 Spindel stop
M06 Penghitungan panjang pahat
M09 Memulai atau pembatalan putaran pemotongan
M17 Memulai atau membatalkan spindel dan cairan memotong
M19 Memutar atau membatalkan spindel untuk mengorientasikan posisi.
M30 Mengakhiri program, memutar kembali atau memberhentikan mesin.
M99 Parameter lingkaran
3. Jenis Mesin Perkakas NC
Mesin perkakas NC meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal. Dan yang
akan kami ceritakan disini adalah mesin perkakas NC untuk mesin bubut
(CNC Turning).
a. Prinsip Kerja CNC Turning
Benda kerja dipegang oleh pencekam yang dipasang diujung poros utama
(spindel). Dengan memutar lengan pengatur, yang terdapat pada kepala
tetap, putaran spindel (n) dapat dipilih. Harga putaran spindel umumnya
dibuat bertingkat, dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630,
710, 800, 900, 1000, 1120, 1400, 1600, 1800, dan 2000 rpm. Kecepatan
putaran spindel tidak lagi bertingkat melainkan berkesinambungan
(kontinue). Pahat dipasangkan pada dudukan pahat dan kedalaman potong
(a) diatur dengan menggeserkan peluncur silang melalui roda pemutar dan
gerak makannya diatur dengan lengan pengatur pada rumah roda gigi. Gerak
makan (f) yang tersedia pada mesin bubut bermacam-macam dan menurut
tingkatan yang telah distandarkan, misalnya: …….., 0.1, 0.112, 0.125,
0.14, 0.16, …… (mm/(r)).
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya
dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat
yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda
kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan
gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding). Memutar
memerlukan two-axis, kendali alur berlanjut, yang manapun untuk
menghasilkan suatu ilmu ukur silindris lurus/langsung atau untuk
menciptakan suatu profil.
Bedanya dengan Mesin perkakas NC adalah meliputi mesin dengan operasi
tujuan tunggal, yang memberikan informasi kuantitatif seperti pengerjaan
dengan mesin operasi yang disajikan oleh suatu komputer kendali dengan
program database berupa kode data yang diubah untuk satu rangkaian
perintah yang menyimpan instruksi secara langsung untuk mengendalikan
alat-alat bermesin CNC (Computer Numerical Control).
b. Bagian-Bagian Mesin CNC Turning
Bagian dari mesin CNC Turning tidak jauh berbeda dengan yang berada pada mesin bubut konvensional yaitu sebagai berikut:
Unit Kontrol berupa panel pengontrolan yang berisi tombol-tombol
perintah untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi
lainnya yang menggunakan instruksi oleh sistem kontrol elektronika.
Kepala Tetap berupa roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel
Poros utama (spindel) berupa tempat kedudukan pencekam untuk berdirinya benda kerja.
Eretan utama (appron) akan bergerak sepanjang meja sambil membawa
eretan lintang (cross slide) dan eretan atas (upper cross slide) dan
dudukan pahat.
Eretan Melintang yang menggerakan pahat arah melintang.
Eretan Memanjang yang menggerakan pahat arah vertikal.
Kepala Lepas, sejajar kepala tetap untuk membantu pergerakan spindel dalam memegang benda kerja.
4. Keuntungan dan Kerugian
Faktor-faktor yang menyebabkan mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini lebih menguntungkan adalah sebagai berikut:
a. Laju produksi cepat.
b. Keakuratan pada lebih besar dan repeatabilas.
c. Menurunkan tingkat tarip sisa (pemborosan komponen).
d. Mengurangi kebutuhan pemeriksaan.
e. Tidak banyak memakan tempat/ ruangan
f. Level keterampilan yang dibutuhan operator dikurangi
Adapun kerugian yang dapat ditimbulkan oleh mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini adalah sebagai berikut:
a. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit karena menggunakan format yang rumit.
b. Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan.
c. Peralatan sederhana tetap diperlukan
d. Dibutuhkan tenaga ahli yang berfungsi untuk memprogram peralatan NC.